Pembagian Rapor PAUD Shamila

by - Juni 22, 2020

Kamis, 18 Juni 2020, merupakan hari terakhir Syaquita mendatangi sekolahnya yaitu PAUD Shamila. Sekolah yang kurang lebih setahun ini menjadi tempatnya bermain, belajar, dan bertumbuh bersama teman-temannya. Rasanya belum lama saya membelikan perlengkapan sekolah, ehh...tahu-tahu sudah pembagian rapor. Sungguh waktu berjalan begitu cepat ya, Ibuuk Bapaak. 🙈



Sebelum acara pembagian rapor, sebenarnya ada kegiatan perpisahan kelas. Tapi karena keadaan tidak memungkinkan, segala hal yang telah didiskusikan sebelumnya akhirnya kandas sudah. Perpisahan dibatalkan dan gagal nonton Kecemut menari di atas panggung, nih. 🙈

Pembagian rapor pada masa pandemi ini tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan covid-19. Melalui WhatsApp group, Bu Guru menghimbau kepada seluruh wali murid dan anak-anak untuk mengenakan masker, cuci tangan sebelum masuk kelas, dan duduk dengan jarak. Sebelum berangkat ke sekolah, saya pun menyiapkan masker. Perasaan masker sudah langsung kami pakai, eh kok sesampainya di depan sekolah, ternyata kami tidak menggunakan masker. Yasudah, putar balik ambil masker. Namanya mamah muda, ya, kadang suka rempong banget sebelum bepergian. 😂

Baca dulu tentang Pentingnya Sekolah PAUD

Saya merasa bahagia dan beruntung karena bisa mengambil rapor Syaquita, tidak mewakilkan kepada Suami atau Mbah Uti. Yups...bahagia karena melihat Syaquita semangat banget buat ambil rapor. Merasa beruntung karena masih dalam masa cuti melahirkan jadi rasanya lebih tenang tanpa gangguan bunyi henpon yang kadang ramai karena tagihan pekerjaan. 🙈

Pembagian rapor di PAUD Shamila terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan kelas yaitu Kelas A (kecil) dan kelas B (besar). Sebelum rapor dibagi, kepala sekolah dan wali kelas berbagi cerita susah senang ketika mendampingi anak-anak belajar. Tak lupa permintaan maaf juga disampaikan oleh mereka. Kami pun perwakilan dari wali murid turut menyampaikan kata maaf karena pasti anak-anak kami sering bertingkah dan mungkin sering bikin jengkel Bu Guru, yaaa. Hahaha.

Usai sharing, pembagian rapor pun dimulai. Satu per satu wali murid dipanggil oleh wali kelas masing-masing. Karena saya telat berangkat, dapat panggilannya pun hampir terakhir padahal sudah diwanti-wanti untuk tidak lama karena ada Wildan. 😉 Tapi, kan, budayakan hidup antre, yaaa.


Saatnya dipanggil oleh Bu Alivia, wali kelas Syaquita.


Ketika orang tua dipanggil untuk mengambil hasil belajar anak, anak turut ke depan dan duduk di sebelah Ibunya untuk bersama-sama mendengarkan wali kelas menyampaikan hasil belajar selama satu semester. Semester dua, rasanya sayaang bangettt karena pembelajaran banyak dilakukan di rumah, SFH (School From Home) sesuai himbauan pemerintah untuk meminimalkan penyebaran virus covid-19.


Hasilanya?


Wali kelas pun hanya menyampaikan hasil pembelajaran selama tiga bulan saja yaitu Januari-Maret karena selama tiga bulan masa pandemi yaitu April-Juni anak-anak belajar secara online dan mengerjakan tugas yang didokumentasikan (foto dan video) dikirim secara online.

Ahamdulillaah...hasil belajar Syaquita bisa dikatakan lumayan baik. Ada enam informasi perkembangan yang disampaikan oleh Bu Alivia. Saya akan menuliskan di sini sebagai catatan dan momen untuk Syaquita. Yups, hasil belajarnya saat PAUD bisa dia baca kembali saat dewasa nanti. 🙊



Baca lagi tentang Covid-19 dan Libur Belajar di Sekolah.

1. Nilai Agama dan Moral.

Catatan Guru. Syaquita mulai bisa mengenal kegiatan beribadah sehari-hari seperti; doa akan dan sesudah belajar, doa akan dan sesudah makan, doa akan dan bangun tidur, dan hafalan hadist. Dia juga mulai terbiasa berperilaku santun dan sopan kepada pendidik dan teman-teman. Berbagi ketika teman sedang membutuhkan.

Catatan orang tua. Pengamalan kegiatan beribadah sehari-hari alhamdulillah sudah diterapkan tiap hari ketika di rumah. Hanya saja kalau diminta untuk sholat, dia punya banyak alasan yang pada akhirnya kami biarkan dia tidak sholat. Seringnya begitu, tapi kadang-kadang ikut kami sholat berjamaah. 


Tentang berperilaku sopan, satu perilaku yang paling sering kami sorot yaitu bersalaman. Memasuki usia empat tahun, tidak tahu kenapa dia membatasi diri untuk bersalaman dengan laki-laki baik dengan tamu ketika di rumah maupun dengan orang yang dia jumpai di mana saja. Dia kerap menolak untuk bersalaman dengan laki-laki baik anak-anak maupun dewasa. Sebagai orang tua, kami berusaha untuk terus mengedukasi untuk bersalaman dengan siapa saja karena sebagai salah satu bentuk implementasi sopan dan menghargai.

2. Motorik.

Catatan Guru. Syaquita sudah memiliki perilaku hidup sehat dan bersih. Sudah bisa menebalkan, menggunting, dan mewarnai. Cukup aktif dalam gerak lagu sesuai irama, hanya saja kadang kurang ada kemauan dalam kegiatan tersebut.

Catatan orang tua. Perilaku hidup sehat dan bersih yang paling sering bikin kami harus lebih sabar yaitu perkara mandi pagi. Kadang harus teriak-teriak dulu. 🤣 Apalagi kalau pagi-pagi sudah main sama teman-temannya atau mainan gadget, ugh...harus punya trik khusus untuk ini. 🙊 Perihal mewarnai, dia belum begitu telaten dan saya melihat dia tidak begitu suka mewarnai. Berbeda jika harus menggunting dan menebalkan, dia semangat banget. Sementara untuk gerak lagu, kami kadang masih tidak percaya kalau Syaquita ternyata suka menari. 🙈 Nanti kalau ada kesempatan, rencananya kami ingin mengikutkan dia les menari.


Baca ulang tentang Membuat Balon Udara dari CUP.


3. Kognitif.

Catatan Guru. Syaquita sudah mengenal nama-nama benda, warna, bentuk, ukuran, huruf dan angka. Dia juga sudah mengenal lingkungan sosial keluarga, tempat ibadah dan transportasi.

Catatan Orang tua. Eheem...kognitif ini lumayan beraat. Karena sampai sekarang pada kenyataannya Syaquita masih suka tertukar penyebutan warna dan masih belajar banget menulis huruf dan angka. 🙊 Kemudian hal lain yang kami soroti yaitu pengenalan transportasi. Bu Alivia saat itu menyampaikan, bahwa Syaquita suka bercerita tentang transportasi. Naik bus ke rumah mbah uti yang di Wonosobo, jalan-jalan sama Ibuk menggunakan mobil, kereta api dll dll. Di sini saya sebagai Ibuknya yang sering mengenalkan dia pada transportasi, ada rasa senang-senang gimanaaaa, gituuu. Berarti ada manfaatnya juga mengajak anak jalan-jalan, ya. 😉


4. Bahasa.

Catatan Guru. Syaquita sudah bisa menjawab tepat ketika ditanya. Merespon dengan tepat saat mendengar cerita. Bercerita tentang apa yang dilakukannya.

Catatan orang tua. Untuk menjadi komunikatif, Syaquita butuh adaptasi bangett. Dia bukan tipe anak yang sekali melihat orang, langsung akrab. Ada jeda barang berapa jam, gitu. Barulah dia percaya diri untuk ngobrol.


5. Sosial Emosi.

Catatan Guru. Syaquita mulai memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian, sikap peduli, mau membantu, sikap kerjasama, dan sikap sabar.

Catatan Orang tua. Gimana, sih, rasanya jika anak menawarkan bantuan ketika kita sedang di dapur, atau di mana saja saat emang kita butuh bantuan? Bahagia pasti. Kami juga! Kami akui, sosial emosi Syaquita ini bisa dibilang luar biasa. Sungguh, kami memuji anak sendiri. Tapi bukan berarti membanggakan atau sejenisnya karena kami merasakan emosionalnya dapat terkontrol dengan baik.


6. Seni.

Catatan Guru. Syaquita mulai bisa menghargai keindahan diri sendiri. Menjaga kerapian diri. Mengenal berbagai hasil karya dan aktivitas seni gambar.

Catatan Orang tua. Testimoni kami setelah Syaquita mulai sekolah, dia lebih sering bercermin. 🤣🤣🤣 Rambutnya berantakan dikit, dirapihkan dengan cara membasahi dengan sedikit air. Begitu juga dengan cara berpakaian. Dia sudah bisa menilai kaluarganya ketika mengenakan baju atau assesoris. Sementara untuk seni gambar, kami melihat dia belum begitu tertarik untuk menggambar. Masih suka bosan dan lebih memilih untuk menebalkan huruf.


Baca catatan tentang Belajar Menari Sejak Dini.


Uluh uluuhh...menjadi panjaaaaang syekali tulisan ini, yaa. Hahaha  Tidak apa karena memang untuk catatan kami sebagai orang tua. Catatan ini sengaja kami tulis siapa tahu butuh untuk evaluasi, gitu.




Terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik atas kasih sayang dan perhatian yang  telah diberikan. Terima kasih sudah diberi piala, vitamin dan juga masker. Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah tumbuh bersama di PAUD Shamila. 

Nah, karena ini hari terakhir Syaquita ke sekolah, selanjutnya akan melanjutkan ke TK, kami pun minta maaf kepada seluruh tenaga pendidik, wali murid, dan teman-teman atas segala khilaf. Semoga PAUD Shamila terus maju dan semakin banyak muridnya. Kami akan selalu mengingat kalian.

Baca lagi Awal-awal Kecemut Masuk PAUD!


Salam sayang dari kami. 


❤ CERIS Family. ❤

You May Also Like

0 komentar

Haai...mohon dimaafkan kalau aku terlambat atau malah ngga balas komentar kalian, ya.