• Home
  • About
  • Jasmine
  • Wildan
  • Hiroku
  • Kesehatan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Jalan Jajan
  • Catatan Ibun
Bagiku, tidaklah mudah mengurus seorang bayi, apalagi ini pengalaman pertamaku menjadi orang tua. Bayi mulai rewel saja, kadang mengatasinya sampai keringat bercucuran. :D

Ada banyak cara untuk membuat bayi lebih tenang dan nyaman saat rewel. Dekapan Ibu, mengajaknya keluar, memberikan mainan, atau dengan meletakkannya di ayunan bayi, lalu memutarkan musik.

IniBouncerku, Mana Bouncermu? :D

Pelan-pelan, ingatanku kembali pada masa kecil saat mendengar kata ayunan bayi. Kira-kira usia dua tahun, di mana Bapakku kerap membentangkan jarik di antara dua bambu yang sudah tertanam kuat. Ayunan ini dibuat di belakang rumah.

Ada juga ayunan yang dibuat di dalam rumah. Masih menggunakan jarik, tapi hanya dicantolkan di timbangan buah salak yang menggantung. Hahaha. Ini timbangan multifungsi banget, ya. Tapi, aku lebih nyaman menggunakan ayunan yang ini karena ada di dalam rumah. Kapan saja bisa dibuat.

Itu dulu, saat perlengkapan bayi yang bernama Ayunan atau Bouncer belum banyak dijual di toko. Banyak orang tua yang kreatif, menciptakan mainan-mainan dari apa yang dimiliki, dari bahan atau peralatan yang sudah ada. 

Berbeda dengan sekarang. Begitu banyaknya toko yang menjual ayunan bayi. Apalagi toko online. Tidak hanya online shop yang fokus jual beli perlengkapan bayi, hampir semua online shop menawarkan bouncer chair. Mulai dari ayunan yang sederhana dengan harga terjangkau, sampai ayunan yang bermerek dengan beragam fasilitas dan tentu harganya fantastis. :D

Memasuki usia Jasmine yang kelima bulan, aku mulai menyicil satu per satu perlengkapan bayi yang sekiranya memang dibutuhkan si kecil. Belum merealisasikan beli ayunan, ada seorang teman blogger (satu komunitas), menawarkan perlengkapan bayi berupa Bouncer. Alhamdulillaah. :D

FYI, bayi yang diayun secara pelan-pelan oleh Ibunya, baik di dalam gendongan, maupun dengan bouncer, masing-masing memiliki fungsi tersendiri sebagai salah satu cara untuk memberikan stimulus pada bayi.

Berikut 2 manfaat ayunan untuk bayi:

1. Relaksasi
Ayunan biasanya mempunyai ritme yang konstan, yang membuat bayi menjadi lebih tenang dan lebih rileks. Saking rileksnya, kadang si kecil sampai tertidur di ayunan. Ini biasanya sangat efektif untuk menenangkan si kecil dari tangisannya.

2. Mengusir gerah
Penyebab Si Kecil rewel biasanya karena merasa geah atau lapar. Jika banyak keluar keringat dari tubuhnya, maka ayunan bisa mengusir kegerahan tersebut kareba ada udara bergerak yang akan membuatnya merasa lebih sejuk.

Saat belum begitu tegap untuk duduk, aku kerap merangsang Si Kecil untuk tiduran di bouncer. Tepat di atas ayunan bayi, terdapat cermin. Di depannya juga mainan. Jadi, Si Kecil kadang heboh sendiri saat mencoba menggapai mainan.

Memang, saat pertama kali tiduran di ayunan, Jasmine rewel. Seperti ketakutan. Takut akan ditinggal pergi dan dia sendirian. Mungkin pikirannya gitu kalik, ya. Hahaha. Tapi, saat aku mulai memutar musik, dia girang banget. Mainan yang ada di depannya langsung diraihnya.

Hampir tiap hari Jasmine ongkang-ongkang santai di bouncer. Kadang, sambil nonton video pun duduk manis di bouncernya. Meski sudah merasa nyaman, aku tetap mendampinginya, tidak meninggalkannya sendirian saat Jasmine di bouncer. Tetap dalam pengawasan. 


Mudah dibawa kemana saja....
Omong-omong, sekadar berbagi nih, ya. Sebelum membeli bouncer chair, BuIbu perlu memperhatikan faktor-faktor berikut:

1. Keamanan
Pernah mendengar ada bayi jatuh dari ayunan? Ini adalah salah satu risiko ketika Si Kecil sendirian di ayunan, tanpa pendampingan. Makanya, petimbangan berupa strap kuat, tempat nyaman, tidak gampang terguling, empuk, dan cepat lambat ayunan sebaiknya diperhatikan.

2. Kualitas
Pilih ayunan dengan bahan kaki yang kuat, tidak mudah bengkok atau patah. Pilih juga untuk bahan tempat duduk atau tidur bayi yang lembut dan empuk supaya Si Kecil merasa nyaman, tidak gerah.

3. Kemudahan memindah
Ini berhubungan banget dengan keceriaan si Kecil saat di ayunan. Kebayang, dong, saat Si Kecil ditempatkan pada satu tempat yang itu-itu saja. Bayi punya rasa bosan juga, Buuk. Selain itu, bayi juga butuh suasana baru, untuk mengeksplor, misalnya. Menambah referensi tempat, baginya. :D Makanya, pilih ayunan yang mudah dipindah, ya. Jangan terlalu berat, kasihan yang memindahkannya. :P

Prioritaskan ayunan bayi yang kuat, aman dan mudah dipindah kemana tempat, ya. Supaya Si Kecil dan yang momong sama-sama bahagia. :D

BuIbu punya pertimbangan lain sebelum membeli ayunan bayi? Share ke Jasmine, yuk!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku dan Si Kecil. Kami punya moment yang tidak menyenangkan saat menuju delapan bulan Si Kecil. Menuju delapan bulan saat masih dalam kandungan, dan menuju delapan bulan ketika Si Kecil sudah mulai merangkak.

Menuju delapan bulan saat Si Kecil masih dalam kandungan.

Siang hari ada telepon masuk dari nomor yang tak kukenal. Aku mengabaikannya. Paling hanya orang iseng belaka. Kalaupun bukan, pasti telepon lagi, atau mengirim pesan. Aku betul-betul mengabaikannya.

Tak kusangka, telepon masuk dengan nomor baru itu adalah nomor Bapak. Sepertinya baru ganti nomor. Aku tahu itu nomor Bapak setelah kami bertemu di rumah. Sepulang kerja, Bapak memberi informasi bahwa tadi menelponlu, tapi tidak diangkat.

Bapak nampak sibuk berkemas. Banyak barang yang dimasukkan ke dalam tas. Aku kira, Bapak hendak ada acara, tapi ternyata tebakanku salah. Barang-barang yang sudah dikemas itu akan dibawa ke Puskesmas. Ibuku kecapean, tekanan darah tinggi, dan harus istirahat penuh.

Sore itu, sesampainya di Puskesmas, aku memeluk erat Ibu, memegang tangannya, kemudian bersimpuh di kakinya. Di ruang, hanya ada aku dan Ibuku saat itu. Betapa sedihnya melihat Ibu berbaring di atas tempat tidur single bed. 

"Pulang, istirahat. Kamu lagi hamil, jangan di sini." Pinta Ibu kala itu sambil mengelus-elus peurtku yang makin membesar. Aku hanya bisa mengangguk. Keluar ruang, dan air mata yang telah kubendung dengan susah payah, akhirnya mengalir juga.

Ini pertamakali Ibuku sakit dan rawat inap. Pertama dan untuk yang terakhir. Doaku sore itu. Tapi, Allah berkehendak lain. 

Menuju delapan bulan saat Si Kecil mulai belajar merangkak, Ibu kembali sakit.

"Ibu kecapean?" Tanyaku pagi itu saat menjumpai Ibu kembali tidur setelah shalat subuh.

"Ibu Sakit?" Aku bertanya lagi, dan dibalik selimutnya, Ibu sedang menangis.

Menuju delapan bulan, gerak Jasmine memang makin aktif. Mungkin, Ibu juga makin kewalahan. Selain itu, Ibu kerap lupa makan. Sekali lagi, lupa makan. Tidak napsu makan, katanya. Mungkin, ini menjadi salah satu faktor (juga) Ibu sakit.

Karena merasa masih (sok) sehat, Ibu hanya periksa di Bidan Desa. Namun, karena tekanan darah di atas normal, Bidan merujuknya ke Puskemas Madukara 1.

Menjadi hal tersulit bagiku saat Ibu terus meminta untuk rawat jalan. Tekanan darah Ibu akan mudah turun jika rawat jalan, istirahat di rumah, menurutnya. Apalagi ada Jasmine yang bisa menjadi obat. Menurutnya akan cepat sembuh.

Tapi aku tidak mengindahkan permintaan Ibu. Justru aku memilih ubtuk membawanya ke RSUD supaya perawatan lebih intensif. Selama enam hari lima malam, Ibu betul-betul istirahat di rumah sakit. Tiap aku menjenguknya, Ibu selalu menanyakan Jasmine. Ibu nampak kangen berat.

Anak bayi memang tidai boleh masuk Rumah Sakit karena dikhawatirkan tertular bakteri, virus. Tapi, aku tidak tega melihat Ibu yang betul-betul kangen dengan cucunya.

Suatu siang, saat libur kerja, aku mengajak Jasmine ke rumah sakit. Alhamdulillaah...Mbah dan Cucu bisa saling berpandangan, melempar senyum, meski hanya tiga menit. Cukup mengobati rasa kangen mereka.

Menuju delapan bulan, ada peristiwa yang tidak membahagiakan. Menuju delapan bulan, dengan berat hati, Ibu harus mencari pengasuh untukmu, Nak. Supaya Mbah Uti bisa istirshat dulu, ya. Ibu harus bisa ikhlas atas ini semua. Semoga kamu juga ikhlas ya, Nak.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Saat hujan turun, memang nikmat buat bobok ya, Nak. Hangat. Apalagi bobonya dalam dekapan Ibu. Seperti yang terjadi siang ini, ketika sedang dalam perjalanan pulang ke Banjarnegara.

*Ceritanya, kami baru mudik ke rumah Uti Wonosobo.*

Yasmine, di atas sepeda motor dengan laju maksimal 30 km/jam, kamu tidak menampakkan keriangan seperti biasanya. Di atas sepeda motor, di gendongan Ibu, kamu memilih tidur dengan pulas.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Mentari siang terus menemani perjalanan kami. Akhir pekan didukung dengan cuaca cerah, menambah semangat untuk beraktifitas di luar rumah.

Bersama Ayah dan Si Kecil, Kami memilih Taman Kopri Banjarnegara sebagai tempat untuk quality time pekan ini. Kenapa Taman Korpri?

Karena Taman ini cukup mungil. Artinya, sesuai dengan rencana kami untuk Tur Taman mulai yang paling sederhana dari sisi manapun.


Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Kami pernah merencanakan liburan bersama Si Kecil. Liburan sederhana, dan itu kami rencanakan sebulan sekali. Sebenarnya bukan liburan, sih, tepatnya dolan. Hahaha. Jasmine harap maklum, ya. Ibu dan Ayah, kan, hampir tiap hari bekerja, tuh. Apalagi Ayah, yang liburnya seminggu hanya sekali. Harus bisa ngepasin jadwal.


Waktu liburan yang  telah direncanakan pun tidak menentu. Maksudnya, tidak harus awal bulan, pertengahan bulan, atau akhir bulan. Terpenting, kami semua sehat, dan waktunya pas. Termasuk cuaca.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Cari Di sini

Perkenalkan...

Hai...perkenalkan, saya Idah. Ibuk dari dua anak dan satu-satunya admin di blog ini.

Rutinitas saya saat ini sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus Ibu Pekerja Kantoran. Kami sekarang tinggal di Kota Dawet Ayu, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Oiya, jika ingin komunikasi, bisa melalui akun instagram kami @cerisfamily atau kontak langsung melalui email cerisfamily@gmail.com. Terima kasih.

On Youtube

Fans Page

CERIS Family

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  April (1)
      • Kencan Bareng Astronot
  • ►  2025 (19)
    • ►  November (2)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (5)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2024 (39)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (10)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2023 (28)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2022 (14)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (12)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2020 (17)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (42)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (26)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2017 (61)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (5)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Juni (6)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (4)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2016 (62)
    • ►  Desember (7)
    • ►  November (4)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (8)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2015 (63)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (6)
    • ►  Oktober (9)
    • ►  September (6)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (10)
    • ►  Juni (12)
    • ►  Mei (2)

Popular Posts

  • Biaya USG 4 Dimensi di RS Panti Nugroho
  • Tujuan Pemeriksaan HB dan HBsAG untuk Ibu Hamil
  • Tip Agar Jahitan Pasca Melahirkan Cepat Kering

recent posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Part Of Community


Blogger Perempuan
mamadaring
Seedbacklink

Follow Us!

Social Media

Facebook Twitter Instagram Youtube Blog Ibu

Created with by ThemeXpose