Menjadi Ibu Sigap di Masa Pandemi

by - Maret 27, 2021

Jika ditanya, siapa perempuan yang menjadi inspirasi dan menjadi role model dalam hidup saya? Jawabannya sudah dipastikan adalah Ibu saya. Iya, bukan Dian Sastro meski saya fans beratnya dan menjadi salah satu perempuan yang menginspirasi. Bukan pula Najwa Shihab meskipun saya juga mengaguminya. Lebih lagi bukan R.A Kartini yang hanya saya kenal lewat lagu nasional. πŸ™ˆ

Menjadi Ibu Sigap di Masa Pandemi untuk keluarga

Ibu adalah sosok wanita yang melahirkan saya, merawat saya dengan penuh ketegasan dan tanggung jawab. Saya yakin, seluruh Ibu di dunia ini akan melakukan hal yang sama untuk merawat dan menjaga anak-anaknya, berusaha untuk tidak menghukumnya jika melakukan kesalahan. Menjadi Ibu yang selalu sigap untuk buah hati dan juga keluarga. Menjadi Ibu yang ingin selalu memastikan bahwa keluarganya aman, nyaman, dan kenyang. πŸ˜…

Flashback saat saya masih ting-ting, ya! πŸ™ˆ 

Saat sudah beranjak dewasa, saya kerap tidak pulang rumah selama satu sampai dua minggu. Ini keluar rumah bukan tanpa pamit karena anak salihah banget, ya. Sudah mendapat izin dari kedua orang tua, bahkan kalau mau main lintas provinsi pasti diantar sampai terminal Bus dan ditunggu sampai saya berangkat. Memastikan banyak hal mulai dari saya duduk di sebelah mana, sampai dengan barang bawaan aman atau masih perlu pengamanan khusus. Ah...jadi kangen masa-masa itu. Syahdu banget rasanya, jatuh cinta terus sama mereka. ❤️

Omong-omong, Ibu saya adalah tipe wanita yang tidak bisa tenang dan tidur pulas kalau belum dapat kabar dari anak-anaknya. Beliau harus tahu anaknya di mana, sedang apa, bersama siapa, sudah makan atau belum, sudah ibadah atau lagi malas-malasan. Perlakuan seperti ini pun bikin kangen meski kadang membuat saya pura-pura lupa pada smartphone. πŸ€­ 

Menjadi Ibu Sigap di Masa Pandemi. πŸ˜Ž

Apa yang saya lihat, apa yang saya rasa, nyaris semua perlakuannya membuat saya nyaman. Iya, nyaris karena kadang suka kesal kalau ditelpon terus menerus padahal lagi asyik-asyiknya main.🀭Nah, sekarang saya sudah menjadi seorang Ibu dengan dua anak. Anak pertama saya usianya 5 tahun lebih dikit, sementara anak kedua saya usianya baru 10 bulan. 

Saya mulai merasakan benih-benih protektif pada anak sulung karena dia sudah mulai banyak aktivitas di luar rumah. Baru keluar rumah sebentar untuk main, kadang ingin sekali menjemputnya. Berlama-lama di rumah Mbah Uti-nya atau ingin menginap tapi tanpa saya, rasanya hati ini senut-senut. Gimana kalau nanti udah dewasa dan mereka ingin main, jelajah dunia? Duh...pasti cekat-cekot kepala ini. Eh...bukan berlebihan namanya, tapi ini asli dari dalam hati bukan kaleng-kaleng. πŸ€£

Tugas seorang Ibu tidaklah sedikit. Namun, tiap harinya saya rutin memastikan bahwa anak-anak aman, nyaman, dan kenyang. Tiga hal ini paling saya utamakan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, memastikan anak dalam kondisi aman, tuh, wajib banget. Termasuk aman dari paparan virus. Ya...siapa tahu baru bertemu dengan orang baru. Pun dengan si kecil yang masih balita, saya protektif banget. Sigap untuk mereka.

Memastikan Keluarga Aman.

Sebagai Ibu pekerja di bagian pelayanan masyarakat, tiap harinya selalu bertemu dengan banyak orang, silih berganti. Ngeri sebenarnya, apalagi saat wabah virus corona masih berlanjut sampai sekarang. Ada rasa was was ketika sampai rumah, cuci tangan, belum mandi, tapi menggendong si kecil. Khawatir karena balita masih rentan dengan virus, daya tubuh belum kebal. Ya...meski saya sudah divaksin covid-19, tapi bukan berarti saya sudah aman dari paparan virus tersebut. Harus tetap menjaga diri dan selalu mematuhi protokol kesehatan ketika keluar rumah.

Baca tentang pemeriksaan ANC.

Tak henti-hentinya saya memberikan perhatian, pengertian kepada keluarga untuk tidak teledor, tetap taat pada aturan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara untuk menjaga keluarga tetap sehat, saya berusaha memberikan asupan nutrisi dan imunomodulator untuk meningkatkan daya tubuh. 

Dilansir dari www.inews.id, Imunomodulator adalah zat yang berfungsi memperkuat imunitas tubuh, sehingga mampu melindungi tubuh secara optimal dari infeksi mikroorganisme seperti virus. Imunomodulator berbahan alami dapat diperoleh dari tanaman herbal asli Indonesia, seperti meniran, daun kelor, dan kunyit.

Imunomodulator Alami Juga Ada di Imugard.

Ada fakta tentang manfaat daun kelor yang bikin saya kaget.🀣 Kaget karena tidak pernah cari tahu tentang daun tersebut padahal banyak banget manfaatnya. Sekali lagi, daun kelor adalah salah satu Imunomodulator herbal. Untuk mendapatkan daun ini sekarang tidak mudah. Saya yang hidup di desa saya sudah jarang menjumpai daun kelor, apalagi yang di kota, ya. Kabar baiknya, sekarang herbal imunomodulator terdapat dalam tiap kapsul Imugard.

imugard obat herbal meningkatkan imunitas tubuh

IMUGARD adalah produk herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan 3 in 1 herbal formula yaitu Meniran, Daun Kelor dan Kunyit. Betul sekali, sekarang masyarakat sudah tidak lagi harus bersusah-susah mencari imunomodulator herbal. Cukup konsumsi Imugard untuk sehari-hari.

Meskipun diolah menjadi satu kaplet tapi cara pembuatan IMUGARD sesuai dengan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik) dan sudah lolon uji BPOM. Selain itu juga produk Deltomed yang satu ini juga sudah bersertifikasi ISO 9001: 2015 standar internasional dengan kualitas obatnya sama dengan standar internasional.

Manfaat Meniran, Daun Kelor, dan Kunyit.

Omong-omong, saya menjadi tahu manfaat tiga komposisi utama Imugard karena pada hari Senin (22/3), mengikuti webinar dengan tema "Ibu Sigap, Jaga Imunitas Keluarga"  yang diselenggarakan oleh Imugard dari Deltomed. Ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari acara yang diisi oleh dr. Inggrid Tania, M.Si (Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) ) dan Apt. Agie Avionico Gaudart, S.Farm (Brand Manager Imugard).

pertanayan tentang covid

Ada manfaat komposisi utama Imugard yang akan saya bagikan, yaitu:

Meniran mengandung Phyllantus niruri dapat meningkatkan aktivitas dan fungsi imunitas nonspesifik serta imunitas spesifik, baik humoral maupun selular.  Kemudian ada Phyllanthus niruri memodulasi sistem imun lewat proliferasi dan aktifasi sel limfosit T, sel limfosit B, CD4 limfosit T, CD8 limfosit T, aktivasi sel NK, serta meningkatkan sekresi TNF-Ξ± dan INF- Ξ±.

Daun Kelor kaya akan nutrisi dan berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebagai antivirus yang ampuh dan juga kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah osteoporosis. Sudah tahu begitu kaya manfaat, sering-sering bikin sayur bening kelor lah, ya.

Kunyit bermanfaat untuk meningkatkan efek terhadap fungsi utama dari sel T, sel natural killer (NK) dan makrofag. Selain itu juga berfungsi sebagai antioksidan dan juga antiinflamasi. 

Saran Penggunaan IMUGARD.

IMUGARD sangat aman digunakan dalam jangka panjang, lho. Dalam 1 Box terdiri dari 2 Blister yang masing-masing ada 10 kaplet. Saran penggunaan cukup 1 kaplet saja setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, jika kondisi tubuh sedang menurun bisa mengonsumsi 2 kaplet dalam sehari. IMUGARD bisa dikonsumsi mulai anak umur 12 tahun ke atas hingga lansia. Untuk harga per blister sekitar 30-35 ribu rupiah.

Lalu, Di Mana Bisa Membeli IMUGARD?

Meniran dan Daun Kelor, fix, tidak mudah dicari. Kalau kunyit mungkin masih banyak terjual di pasar tradisional, ya. Tapi kalau memang tidak ingin ribet membuat Imunomodulator herbal, tinggal konsumsi saja IMUGARD. Produk ini bisa dibeli di Deltomed Official Store pada marketplace seperti Shopee, Blibli, Lazada, Century, Lazada, Tokopedia, dan di apotek terdekat.

Btw, jika sedang tidak mood, kadang saya merasa belum bisa menjadi Ibu sigap. Ketika anak berebut sosok Ibu, kadang saya belum bisa bijak dalam menyikapinya. Tiba-tiba merasa susah memberi pengertian. Saat anak menangis pun, kadang saya ikut menangis. *eh, apaan. πŸ€­ Tapi saya sering ingat dengan sosok perempuan yang melahirkan saya ketika sedang ada masalah dengan anak-anak. Hanya dengan mengingatnya, saya merasa lebih tenang, kemudian saya bisa berdamai dengan perasaan yang entah ini. Sungguh ini terjadi pada saya. Semacam ada kekuatan lebih tapi tidak bisa terbang seperti catwoman. πŸ€£

You May Also Like

1 komentar

  1. Rasanya, benih benih protektif pada anak itu memang muncul secara alamiah dari jiwa keibuan kita ya Mba. Ibu berjuang melindungi sebisanya. Mendukung anak sekuat tenaga.

    BalasHapus

Haai...mohon dimaafkan kalau aku terlambat atau malah ngga balas komentar kalian, ya.