Apa yang Ditunggu dari Ibu, Nak?

by - Januari 02, 2018

Bunyi petasan dan kembang api yang dinyalakan saat malam pergantian tahun, sukses membuatku pedih. Ya, saat sebagian orang merasa bahagia menyambut pergantian tahun dengan menyalakan petasan atau melepas lampion, aku malah sedih sambil ngekepin Kecemut, nyiumin lehernya sampai tak terasa air mataku menetes. Dududu...melow amat, ya. 😢

"Tuhan, benarkah ini sudah masuk tanggal 1 Januari 2018? Benarkah?" 😏😏

Rasa-rasanya belum juga percaya kalau kemarin adalah malam pergantian tahun. Aku juga belum percaya kalau hari ini sudah masuk tanggal 2 Januari. Rasanya baru kemarin aku berjuang menjadi Ibu Perah yang tiap lima jam musti ke ruang laktasi untuk memerah ASI. Tiap malam mencuci botol ASIP, lalu mensterilkannya. Mencuci dot dan juga pompa ASI. Rasanya belum lama, tapi ternyata usia Kecemut sebentar lagi masuk 24 bulan. Artinyaaaaa......😭😭

Ibu kok lama, yaa...
Pedih itu makin menjadi tiap hendak pulang kerja. Ditemani Mbah Uti, hampir tiap sore Kecemut menjemputku di Tandon. Kalau lagi jodoh, kami sama-sama sok histeris saat berjumpa. Seperti pasangan yang LDR-an setahun, lalu berjumpa. *dyaaaaar* Sebaliknya, misal aku pulang terlambat, kami berjumpa di rumah.

"Ibu pulaaaaaang...Ibuuuuuu...Ibuuuuu, mau sama Ibuuu."

Mesin kendaraan masih menyala, dan dia langsung naik motor di bagian depan. Dada ini rasanya plong. Belum lagi kalau dia lanjut minta keliling kampung, lelah karena pekerjaan kantor pun rasanya hilang saat itu juga. 🤗


"Ayoooo Ibuu, eneen. Ayoooo...!"

Ini yang dia minta setelah keliling kampung. Dia ngga mau tahu aku masih pakai baju kerja. Ngga peduli dengan aroma tubuhku yang harumnya bikin orang sampai metot hidung atau bersin. Pokoknya, langsung gasss. 🤣🤣🤣

Pulang kerja sampai rumah pukul 16.30 WIB. Ekspektasiku, sesampainya di rumah bakal mainan sama dia. Atau ngeledekin dia sampai ketawa riang, bahkan menangis. Tapi kenyataanya, baru nempel mabelas menit, dia sudah tepar. Kena bius lokal yang paling ajib. Dududu...dan ini nyaris tiap hari terjadi. Ngga banyak waktu untuk sekadar melihat senyumnya dan sifat ngeyelnya yang kata Mbah Uti makin pinter. 😗

Pokoke tak gendong kemana-mana...
Dear Syaquita, Wita, Yasmin, Kecemut (banyak amat panggilannya, ya). 😎

Saat ini Ibu sedang resah. Ibu terus bertanya-tanya dalam hati, kalau kamu sudah ngga enen lagi, apakah nanti masih menunggu Ibu di Tandon? Apa yang ditunggu dari Ibu ketika nanti kamu sudah ngga enen? Pasti Ibu akan rindu dengan kebiasaan tidurmu. Tidur di atas dada Ibu setelah enen atau malah sambil enen. 😭😭

Duuuh...kenapa melow amat, sih. Mau ngucapin tahun baru saja ngga kuasa rasanya. Aah...selamat tahun baru, Kawans. Semoga tambah segalanya yang baik-baik, ya. Doakan aku kuat. Mau nyapih aja sedihnya gini amat. 😭😭😭

Ps. Ketakutan paling mendalam saat nanti berhasil disapih adalah tentang kedekatan. Aku takut Kacemut jadi cuek sama akooooooh, Ibunya. 😢😢

You May Also Like

6 komentar

  1. Kenapa justru berbeda ya... Aku sudah sangat ingin menyapih Intan malahan..huhuhuh....

    BalasHapus
  2. Rasanya putus cinta nggak seberapa ya, aku blm pernah ngrasain nyapih sih.. Haha

    BalasHapus
  3. Duhh...drama nyapih ini yaa. Semoga kuat yah sist.. hihi

    BalasHapus
  4. Idaah, cantiknya anakmuu. Titip cium yaa.

    Memang bahagia sekali rasanya, kalo pulang itu anak kita menyambut dengan wajah semringah. Saya menikmati hal itu, Idah meskipun keluarnya ke event2 misalnya. Senang sekali kalo pas terbuka pintu ada wajah tersenyum lebar di sana.

    Makin lama nanti Kecemut makin merindukan ibunya, tanpa alasan. Ya, tanpa alasan, seperti kita yang rindu sama anak saat berjauhan. :) Mungkin ada masanya Idah dan si Kecemut main tarik-tarikan atau drama-drama ketika mau pergi kerja. :)

    BalasHapus
  5. Sampai juga ke fase ini ya bundaa, syelamaat. Hehehe. Been there, dan ternyata semua baik2 saja. Don't worry yaa

    BalasHapus

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi