Mendongeng untuk Kecemut

by - Juni 20, 2018

"Ibu, kenapa kura-kura kepalanya kecil sekali?"

Pertanyaan itu terlontar saat Kecemut sedang melihat kura-kura di kolam Mbak Amil. Kurangnya pengetahuan akan itu, aku pun bingung mau jawab apa. 🙈 Beruntungnya, kepala kura-kura masuk dan ngga terlihat. Aku pun dapat menjawab sesuai apa yang dia lihat, karena kepala kura-kura bisa masuk, gitu. Jadi ukuran kepalanya keciiiill sekaliiiii. Nyambung ngga, sih? Terpenting ngga hoax lah, ya. 🤣


Belakangan ini, Kecemut makin suka dengan kura-kura. Dia punya satu boneka kura-kura yang cukup mirip aslinya yaitu warna cokelat dengan tempuang trotol-teotol, gitu. Hampir tiap hari kura-kura ini dijadikan teman main saat di ranjang, dipeluk saat bobok, dan dicium terus menerus saking senangnya. Sampai malam hari ketika mau bobo, sambil memeluk kura-kura kesayangannya, dia minta diceritakan tentang kura-kura.

Yaudah, hampir tiap malam ada dongeng tentang kura-kura dengan berbagai versi. Awalnya rada gagap mendongeng buat Kecemut. Meski caraku mendongeng hanya dengan percakapan-percakapan yang diselingi sedikit pengetahuan, namun tetap ada rasa gerogi. Awalnya...Dan sekarang sudah mulai lihai merangkai kata buat mendongeng, dong. 

Berawal dari kura-kura, kini makin banyak hewan yang aku kenalkan ke Kecemut lewat dongeng. Aku merasa makin rajin mendongeng untuknya. Apalagi aku tahu bahwa,  banyak manfaat yang didapat si kecil dengan mendongeng. Salah satunya yaitu menambah kosa kata. Dia juga bisa belajar dan menjadi tahu karakter hewan, mulai dari suara sampai dengan makanannya. 

Aaah...aku sekarang sudah menjadi Ibu, benaran ngga terasa. 😗 Saking bahagianya, akhirnya aku membuat label baru  di blog ini yaitu Mendongeng. 🙈

You May Also Like

1 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi