Naik Kereta Api Joglokerto, Purwokerto-Yogyakarta

by - Maret 11, 2018

Melihat kereta api sesungguhnya, nyanyi lagu naik kereta api di dalam gerbong, melihat tingkah laku di dalam gerbong. Ini tujuan Ibu mengjak kamu naik kereta api, nak. Ingin sekali merasakan, melihat ekspresi kamu ketika pertama kalinya menginjakan kaki di gerbong kereta.

Kebahagiaan emak-emak itu kadang sepele banget lho, Pak-Bapak. Ngga melulu spa di salon atau dibelikan emas satu ons. Ini lho, melihat dan mendengar anak melantunkan lagu dengan baik dan benar pun menjadi bagian dari kebahagiaan para emak. Iya, kan? Dan ini terjadi padaku. 😂

Awal mula Yasmin mendengar lagu Naik Kereta Api, tuh, saat dia naik odong-odong di alun-alun kota Banjarnegara. Kalau ngga salah ingat, usianya saat itu 15 bulan. Dengan celotehan yang seadanya, dia ikut menirukan lagu kereta api yang aku putar lewat Youtube. Saat itu, dia hanya mengambil ujung kata pada tiap bait lagu. 🙊


Berdiri teruus....
Menuju usia dua tahun, dia sudah hapal lagu Naik Kereta Api, dong. Meski masih agak cedal, tapi dia bisa menyanyikannya sampai akhir. Gue takjub dan bahagia banget! Saking takjubnya, seakan aku berjanji pada diri dan Yasmin. Berlebihan banget, ya. Hahaha.

Baca juga: Lagu Pertama Yasmin.

Saat mendengar Kecemut menyanyikan lagu "Naik Kereta Api" dengan penuh semangat, aku seperti berjanji bahwa suatu saat aku akan mengajak dia naik kereta api. Ini spontan banget. Perempuan kalau lagi bahagia, mah, emang suka gitu. 😂 Ya ngga apa-apa, sih, ya. Siapa tahu nambah pahala. ❤

Perihal janji, aku pun punya niat untuk melunasinya saat Yasmin usia dua tahun. Semacam hadiah ulang tahun, gitu. Itung-itung sekalian mengenalkan transportasi ke anak. Etapi ini Ibunya juga udah kangen naik kereta. 🙊

Bulan Januari adalah bulan lahirnya. Aku pun  merencanakan perjalanan pada bulan tersebut. Tapi ternyata banyak pekerjaan yang deadline. Sampai akhirnya baru bisa direalisasikan bulan Maret. Aku merencanakan perjalanan ini sekaligus buat trip ke Yogyajarta. Selain mengajak Yasmin, aku juga mengajak Tante. Tapi sayang banget, Tante malah ngga bisa ikut. Tiket kereta api yang sudah dipesan terpaksa aku batalkan karena ternyata aku dapat teman jalan baru yaitu Mbak Olip dan Ella. Benar-benar ngga disangka dan diluar dugaan. ☺


Menuju Stasiun Purwokerto 

Aku bersama Yasmin berangkat dari Banjarnegara jam 08.00 WIB. Sengaja pagi karena pemberangkatan Kereta Api yang kami pesan yaitu jam 10.45 WIB. Rencana mau diantar Ayah sampai stasiun akhirnya gagal. Ayah ada pekerjaan mendadak, gitu. Kami pun naik bus dari Pertigaan Singomerto, turun di depan Nasmoco Purwokerto, lanjut naik Grab Bike.


Anteng bangett di Bus...
Kami janjian dengan Mbak Olip dan Ella di Stasiun. Ternyata si abang Grab yang jami pesan ini ngga paham daerah Purwokerto padahal asli Purwokerto. Hahaha. Dia cukup lama menjemput kami. Fufufu. Alhamdulillaah kami ngga telat, dong. Malah datang paling awal. 🙊

Sesampainya Stasiun Purwokerto, aku langsung menuju CS untu kmembatakan tiket keberangkatan bareng Tante. Kemudian lanjut print out tiket baru yang sudah aku beli lewat Tokopedia. Empat tiket punya aku, Yasmin, mbak olip, dan ella, sudah ada dalam genggaman. Akhirnyaaaa, tenang juga. Tinggal leha-leha bareng Yasmin sambil menunggu teman-teman.


Naik Kereta Api

Jam 10.00 WIB kereta Api yang akan mengantar kami ke Yogyakarta tiba di stasiun Purwokerto. Adalah Kereta Api Joglokerto kelas Ekonomi yang aku booking via aplikasi @tokopedia. Kereta api ini menjadi pengalaman pertama Kecemut naik kereta. Rute Purwokerto-Yogyakarta harganya Rp 60.000 saja. Jam berangkat masih 30 menit lagi, tapi Kecemut sudah heboh dan rewel juga. Padahal Ella dan Mbak Olip belum datang. 😂



Sambil menunggu mereka, kami duduk di lantai dekat mesin cetak tiket karena kursi tunggu penuh. Nonton youtube, makan jajan, itu yang kami lakukan sambil menunggu teman-teman dan pemberangkatan juga.


Gerbong Kereta Api Joglokerto

Tepat jam 10.30 WIB kami semua sudah kumpul di Stasiun. Karena Yasmin  sudah terlihat ngantuk, kami memutuskan untuk masuk gerbong A kereta Joglokerto. Alhamdulillaah...akhirnya janjiku terlunasi juga. Uuuwwwh...bahagiaanyaaa. 💃

Kami menempati kursi bagian belakang, dekat toilet, gitu. Saat kereta hendak melaju, aku menyampaikan bahwa nanti akan ada suara terompetnya kereta dengan bunyi "tuuut...tuuuut...tuuutt". Dia pun menunggu dengan tenang dipangkuanku.

Kereta melaju, suara gesekan antara roda kereta api dan rel kereta ternyata lebih membuat Yasmin gembira ketimbang suara khas kereta api tuut tuuuut. 😂 Kaget, dan bersorak bahagia, itu lah yang dia rasa siang itu.


Selama dalam gerbong, dia ngga melulu duduk. Jalan ke kursi tetangga, mainan, sampai minta jajan sama mbak-mbak yang duduk di sebelah kami. 🙈 AC di gerbong kereta api Joglokerto ngga begitu terasa. Saat sudah setengah perjalanan, dia pun mulai bosan. Aku ajak jalan dan ke toilet juga mainan air. Alhamdulillaah...ngga rewel-rewel banget.

Selain suara gesekan kereta, dia juga nampak bahagia saat melewati lorong, gitu.

"Haaaa...gelaaap? Haaa...gelaaap?" 🚉

Antara kaget dan senang ketika kereta melewati lorong, seketika kanan kirinya ngga ada cahaya. Dia bengong bentar, lalu tengok kanan kiri, dan ketawa, gitu. Sungguh menjadi pengalaman yang tak terlupakan ya, Naak naaak. 🚈

You May Also Like

0 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi