MPASI Pertama dan Pisang Emas

by - Juli 12, 2016

MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) umumnya diberikan kepada anak usia enam bulan. Tapi, tidak banyak orang tua yang memberi MPASI saat anak masih usia empat atau lima bulan.

Bagiku tidak masalah, sih. Mau pilih empat, lima atau tapay di enam bulan. Karena itu hak para BuIbu. Terpenting, anak terlihat sudah siap menerima MPASI.

Kesiapan anak menerima MPASI, tuh, kelihatan banget. Salah satunya dapat dilihat ketika dia mulai memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya karena si kecil penasaran dengan benda-benda yang ada dalam genggamannya. Atau, jemarinya masuk mulut.

Pelan-pelan, motoriknya mulai berfungsi.

Tiap anak akan menikmati fase ini, di mana semua benda yang diberikan akan masuk ke dalam mulut. Makanya, butuh banget pengawasan.

Masa MPASI adalah masa yang paling kutunggu-tunggu. Rasanya tidak sabar ingin segera melihat respon si kecil ketika diberi makanan selain ASI.

Apakah dia langsung membuka mulutnya seperti saat dia diberi benda-benda yang kadang langsung dimasukkan ke mulut? 

Atau, justeru sebaliknya. Si kecil tidak mau membuka mulutnya.

Paling bikin deg-degan. Asli. Hahahaha

Hari pertama MPASI, Jasmine dibelikan Pisang Emas sama Mbah Kung. FYI, pisang emas tuh susah dicari di sini. MPASI pertama udah kayak perjuangan menemukan harta qirun. Hahaha

Kenapa pisang emas? Bukan pisang Ambon, atau pisan Belitung?

Aku kurang paham detil alasannya. Yang jelas, Mbah Uti bilang, saat pertama kali makan, diusahakan si kecil dikenalkan dengan pisang dahulu dan pisang pertamanya yaitu pisang emas supaya perut si kecil adem.

Ini MITOS atau FAKTA? HAHAHA

Duuh...kebayang kalau saat itu tidak ada pisang emas. MPASI-nya terpaksa ditunda, dong? HAHAHA

Mbuh ah! Terpenting, bagiku makanan yang diberikan kepada Jasmine adalah makanan halal dan dapat dikonsumsi sesuai dengan usianya. Ya...usia enam bulan masa mau diberi mie ayam. Hihihi

Senin, sebelum aku berangkat kerja, aku menyempatkan banget banget banget menyuapi si kecil untuk pertama kali.

Dengan didampingi Mbah Uti, pelan-pelan aku memberikan pisang emas. Alhamdulillaah...tidak ada tanda -tanda penolakan dari si kecil. Hihihi...Dia nampak ceria dengan MPASI pertamanya. Apalagi saat minum air putih. Dia seperti mau loncat dari gendongan. Ndengal-ndengal

Bahagianyaa. . .!

Aku hanya memberikan setengah porsi saja. Padahal, pisang emas itu kecil. Hihihihi...pelan-pelan porsinya ya, Nak. Lambung kamu masih kecil juga, kaaaaan? :D

You May Also Like

0 komentar

Haai...mohon dimaafkan kalau aku terlambat atau malah ngga balas komentar kalian, ya.