Muhammad Saufi Ginting, Penggiat Literasi Tanpa Pamrih dari Asahan

by - September 14, 2023

Nama Muhammad Saufi Ginting bagi warga Asahan, Sumatera Utara sudah sangat dikenal. Sosok satu ini merupakan putra daerah yang sangat peduli pada dunia pendidikan, khususnya pendidikan non formal dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat atau TBM Azka pada bulan Agustus tahun 2012 lalu yang sampai saat ini masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Beliau memulai membuka kegiatan non profit ini dengan dana pribadi seadanya. Sebagai sosok yang sangat cinta kepada dunia literasi, Saufi ingin masyarakat sekitarnya mendapat banyak manfaat dari apa yang dijalankannya.

Muhammad Saufi Ginting,

Awal berdirinya taman bacaan tersebut hanya menggunakan buku koleksi pribadi keluarganya. Dukungan penuh sang istri, Halimah, yang mempunyai kecintaan dan harapan sama, merupakan energi luar biasa bagi Saufi. 

Meski harus mengorbankan dana pribadi, Saufi terus menambah koleksi bacaan, walaupun karena keterbatasan dana, hanya mampu membeli buku bekas. Namun buku yang masih layak baca tersebut di tangan sosok satu ini terus memberi manfaat kepada masyarakat. Bukan hanya anak-anak SD, anak SMP, SMA bahkan sampai mahasiswa banyak yang datang untuk menambah khasanah keilmuan. 

Saufi dan Halimah berharap dari langkah yang dilakukan ini memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan bahan bacaan sebagai sumber ilmu tanpa harus keluar uang.

Taman Bacaan Masyarakat Azka awalnya berada di rumah kontrakan yang terletak di Jln.  Willem Iskandar, Gang Abadi Kelurahan Mutiara, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Karena masa kontrak habis, akhirnya TBM Azka pindah ke Jln. Dasawisma, Gang Rasmi, Kelurahan Selawan.

Membentuk Komunitas Penulis Muda Asahan.

Kepindahan tempat TBM Azka ke lokasi baru ternyata membawa semangat dan inspirasi baru untuk pengembangan dunia literasi. Saufi bersama dengan relawan yang saat itu mulai bergabung kemudian membentuk Komunitas Penulis Muda Asahan (Kompimas). 

Aktivitas baru ini fokus pada kegiatan membahas buku-buku yang ada di TBM Azka sebagai bahan resensi sekaligus bahan bacaan bergizi bagi penulis muda yang mulai bermunculan. 

Usaha Muhammad Saufi Ginting dan tim ternyata tidak sia-sia. Tidak begitu lama, tepatnya pada tahun 2013 komunitas binaannya ini berhasil menerbitkan antologi buku puisi perdana dengan judul “Bernapas dalam Kata”. 

Kepedulian dan dukungan terhadap gerakan literasi terus berdatangan dari banyak pihak hingga akhirnya pada bulan September 2015 TBM Azka mempunyai rumah sendiri. Lokasinya berada di Jln. Paria, Simpang Garuda Umbut-Umbut (persis di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah), Kisaran, yang ditempati hingga sekarang.


Mengembangkan Sayap Kegiatan Literasi.

Kegiatan literasi yang dijalankan oleh Saufi tidak terhenti dengan menyediakan buku bacaan gratis untuk masyarakat dan memprakarsai penerbitan buku antologi puisi saja. Bersama tim yang terus bertambah jumlahnya Saufi menginisiasi berdirinya TBM di Kabupaten Asahan Sumut (Siumbut-umbut, Air Batu, Kisaran, Silau Laut, Meranti, Sijabut, TBM di Medan, TBM di Belitung Barat). Kegiatan utama berada di Kecamatan Kisaran Timur Kelurahan Siumbut-Umbut. 

Belum lama ini, Saufi juga menginisiasi kegiatan sarasehan literasi budaya. Kegiatan tersebut menghadirkan banyak pihak, diantaranya budayawan, guru, dosen bahasa, pustakawan, pengelola TBM, sanggar dan penggiat literasi lainnya. 

Sarasehan literasi budaya tersebut dilaksanakan di TBM Azka dan merupakan kegiatan pertama dalam membahas literasi budaya yang diselenggarakan di Asahan. Biaya untuk kegiatan semua berasal dari kantong pribadi Saufi. 

Selain itu, dengan wadah Azka Gemilang, Saufi juga mengadakan kelas menulis, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan penulisan buku. Dari sinilah lahir penulis-penulis pemula dan penggiat literasi di wilayah Asahan. 

Dulu Saufi harus berjuang sendirian hanya ditemani sang istri, namun kini semakin banyak dukungan yang datang. Mulai dari instansi pemerintah, Perusahaan swasta, pribadi, Masyarakat hingga kepala lingkungan memberikan dukungan penuh kepada kegiatannya dalam bidang literasi. 

Kendala yang Dihadapi.

Jika saat ini TBM Azka mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, tidak demikian ketika awal berdiri. Saufi harus memutar otak sendiri untuk menyediakan berbagai infrastruktur untuk taman bacaan yang dikelolanya. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak mendorongnya agar berusaha menyediakan bahan bacaan yang sesuai dan layak.


belajar bersama di TMB Azka
belajar bersama di TMB Azka (dok. indonesiana.id)

Jika saat ini TBM Azka mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, tidak demikian ketika awal berdiri. Saufi harus memutar otak sendiri untuk menyediakan berbagai infrastruktur untuk taman bacaan yang dikelolanya. Tujuannya untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak mendorongnya agar berusaha menyediakan bahan bacaan yang sesuai dan layak. 

Saat ini kendala utamanya adalah manajemen waktu sehingga baik urusan pribadi maupun kegiatan TBM Azka bisa berjalan selaras. Peran sang istri, Halimah, diakui oleh Saufi sangat besar sehingga mimpinya untuk menyediakan taman bacaan gratis bagi masyarakat bisa terwujud. Bahkan saat ini terus berkembang hingga bisa menangani kegiatan literasi lainnya. 

Jika sebelumnya Saufi harus pandai mengatur keuangan sehingga dapat memenuhi hajat hidup atau literasi keuangan keluarga sekaligus mencukupi kebutuhan TBM Azka, kendala ini sekarang sudah mulai dapat diatasi. Bantuan dari banyak pihak menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab yang harus.

Berkat perjuangan dan kecintaannya pada dunia literasi tersebut membawa Saufi mendapatkan apresiasi dari Astra dalam event Satu Indonesia Astra Award atau SIA. SIA merupakan apresiasi yang diberikan perusahaan ternama tersebut kepada masyarakat yang  bergerak untuk membawa perubahan dalam banyak bidang, termasuk literasi. 

Jika Muhammad Saufi Ginting bisa, maka kita pun pasti bisa. Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk peran aktif dalam memajukan masyarakat. Kini giliran kita untuk berkontribusi positif kepada lingkungan, bangsa, dan negara.


You May Also Like

0 komentar

Haai...mohon dimaafkan kalau aku terlambat atau malah ngga balas komentar kalian, ya.