Memanjangkan Kuku

by - April 09, 2019

Puluhan tahun silam, zaman masih alay maksimal, bagiku memanjangkan kuku merupakan hal yang nyaris wajib. Punya kuku panjang, pakai kutek, kemudian ujung kuku dibentuk setengah lingkaran. Subhanallaah...ini kuku tambah manis banget dan rasanya tidak rela jika tangan ini harus mencuci piring apalagi baju. Kenapa cobaaaa? Karena setelah cuci-cuci si kuku pasti lembek dan itu menjadi rawan patah.



AAAH...RASANYA TIDAK RELA!

Kuku yang sudah panjang, lentik, dan tiba-tiba  patah itu bikin nyesek. Saking kesalnya, dulu aku pernah nangis cuma gara-gara kuku patah setelah cuci baju. Sempat menyakahkan Ibuku juga. 😂

Sebenarnya kuku ini tidak begitu penting untuk sebuah penampilan. Tentu bukan buat penampilan seorang artis, dong. Karena mereka sudah pasti sangat memperhatikan penampilan dari ujung kepala sampai ujung kaki, detil banget. Namun, bagi sebagian orang yang punya kuku panjang, nail body yang juga panjang, bisa menambah tingkat percaya diri. Asli, aku pernah mengalaminya selama beberapa bulan. Banyak yang memuji jemariku ini, lentik! Dan aku ke-GR-an, dong.💅

DAN SEKARANG!

Bagiku memanjangkan kuku ini adalah hal ter aneh. Tepatnya semenjak lulus SMA, aku terbiasa dengan kuku pendek. Lanjut berkeluarga dan punya Syaquita, aku risih banget kalau kuku sampai panjang dikit. Makanya, aku sering potong kuku minimal seminggu sekali.

Menjadi seorang Ibu ada banyak hal yang musti diperhatikan, salah satunya yaitu menjaga kebersihan kuku. Saat masih bayi, balita, Ibu menjadi salah satu orang yang sering merawat si kecil. Mulai dari memandikan, mengoleskan minyak kayu putih, sampai dengan membersihkan anggota tubuh. Tidak terbayang jika masih suka memanjangkan kuku, pasti akan susah merawat si kecil untuk aktivitas tertentu. Kurang maksimal dan bisa membahayakan. Saat Ibu hendak memebersihkan telinga, misalnya. Masa iya bisa bersih sampai daun telinga sementara kuku Ibu panjang. Pasti akan susah.

Btw, kamu punya cerita tentang memanjangkan kuku? Yuukkk...bagikan di sini!


You May Also Like

0 komentar

Haai...mohon dimaafkan kalau aku terlambat atau malah ngga balas komentar kalian, ya.