Pengalaman USG IUD di RSIA Ummu Hani, Purbalingga

by - Desember 23, 2018

Sampai saat aku menulis postingan ini, rasanya belum percaya ternyata hampir tiga tahun ada benda asing di dalam tubuh ini.  Benda asing yang kumaksud bukan benda yang aneh lho, ya. Bukan pula benda menakutkan. Hanya sebuah alat kontrasepsi yang bernama IUD.



Alhamdulillaah...benda tersebut masih aman dan masih dalam posisi seperti sediakala. 😍 Kamu, khususnya Buk-ibuk, pasti sering dengar tentang kabar yang kurang sedap tentang alat konrasepsi yang satu ini. Ya, kan? Mulai dari alatnya bisa hilang, bikin sakit, dan yang paling mencengangkan yaitu bisa jalan-jalan. Dulu posisinya dimana, dua tahun kemudian udah dimana. Duuhh...yaa, macam punya kaki. 😂

Parno? Jujur, aku bukan tipikal perempuan penakut kalau maslah ginian. Tapi bukan berarti aku tidak hati-hati. Makanya, sebelum ada tindakan "obras baju", aku dan suami langsung ambil keputusan untuk langsung pasang KB IUD. Aku pribadi sangat yakin akan keputusan ini, kalau sudah berbicara pada keyakinan, insya allah aman dan selamat. Aamiin. 🙈

Eeeh..mini bagaimana caranya bisa tahu posisi IUD masih aman?

Tahun kedua pasca melahirkan, aku melakukan USG IUD di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ummu Hani, Purbalingga. Ya, untuk sekadar melihat posisi IUD yang telah terpasang, bisa cukup dengan melakukan USG. Tidak perlu diobok-obok mesra atau "diteropong" dengan jarak 5 cm. 🤣  Makanya aku pro banget dengan KB yang satu ini karena tidak ribet. Yaa...meski banyak obrolan dengan teman atau tetangga yang punya pengalaman buruk tentang KB ini, aku tetap yakin bahwa ini adalah yang terbaik buat kami.

FYI, aku orang Banjarnegara, tapi lebih nyaman dan yakin ditangani oleh dokter-dokter di Purbalingga. Tapi bukan berarti tidak nyaman dengan dokter di Banjarnegara, ini cuma tentang sugesti saja, kok. Termasuk periksa kehamilan. 😂

Awalnya, aku akan melakukan USG di Panti Nugroho, namun sesampainya di sana, mulai pemeriksaan jam 16.00 WIB. Karena sedang tidak ingin terlalu lama menunggu, aku memutuskan untuk pindah tempat dan memilih RSIA Ummu Hani.


Ruang-ruang di RSIA Ummu Hani...
Sekadar berbagi, berikut pengalaman USG IUD di RSIA Ummu Hani, Purbalingga.

Pendaftaran
Seperti biasa, tiap kali melakukan kontrol di Purbalingga, aku selalu didampingi Tante. Meski dia belum banyak pengetahuan tentang eng ing eng, tapi cukup handal menjadi guide. 

Ini adalah kali pertama aku ke RSIA Ummu Hani. Wajar kalau masih bingung cara ambil antrean atau melakukan pendaftaran. Saat itu, di sini belum tersedia papan informasi atau prosedur pelayanan sampai akhirnya aku menemukan letak meja pendaftaran. Karena baru pertama kali berkunjung, aku harus membuat kartu pasien. 

Pelayanan pembuatan kartu pasien ini sungguh kurang memuaskan. Petugas yang melayani pendaftaran tidak begitu komunikatif. Mereka hanya menanyakan nama, tanggal lahir, dan alamat. Untuk kebutuhan data-data tersebut, aku tidak dimintai tanda pengenal. Cukup menyebut saja. Dan hasilnya,kartu pasien yang menurutku cukup elegan -karena wujudnya seperti ATM- salah nama. Ada baiknya sebelum dibuatkan kartu pasien, bagian pelayanan meminta kartu identitas diri calon pasien. Entah SIM, KTP, apapun itu yang jelas berisi data diri lengkap supaya tidak salah informasi data diri.
Antrean
Eh btw, rumah sakit ini termasuk salah satu rumah sakit yang ramai pasien di Purbalingga. Bisa dibilang favorit. Aku ke RSIA Ummu Hani dua tahun yang lalu dimana belum tersedia fasilitas layar monitor sebagai informasi antrean pasien. Pasien tidak bisa memperkirakan berapa lama lagi dia menunggu. 

Bagiku monitor antrean ini penting banget karena waktu sepuluh menit  itu begitu berarti.  Bisa buat jajan-jajan dulu, kan. Semoga tahun ini sudah ada perubahan untuk sistem antrean dan penambahan layar monitor sebagai medua informasi antrean.


Pemeriksaan
Sama seperti rumah sakit pada umumnya, dokter didampingi seorang perawat dalam praktiknya. Aku masuk ruang tindakan, komunikasi sebentar, kemudian dipersilakan untuk berbaring. Proses USG IUD sama persis dengan USG janin. Dokter memeriksa dengan alat USG kemudian ditempelkan di perut dengan gerakan memutar sampai posisi IUD terlihat.

Dokternya? Emm...komunikatif, berprestasi, dan ramah. Kok tahu kalau berprestasi? Eheemm...itu Dokternya cerita tentang ini itu bla bla, sih. Hahahaha. Oiya, dokter yang memeriksaku saat itu cowok, lho. Kalau tidak salah ingat, namanya Dokter Agus. Selain praktik di RSIA Ummu Hanie, beliau juga kerja di RSUD Purbalingga. Sepertinya, sih, dokter senior.


Hasil USG IUD...
Aku merasa bahagia karena setelah diperiksa, beliau memberi informasi yang begitu detail dan sesuaindengan kebutuhanku. Pak Agus menyampaikan perihal posisi IUD, kemanan IUD, dan juga memberi penjelasan tentang alat kontrasepsi baik IUD maupun jenis KB lainnya. 😄

Sayang banget aku tidak sempat eksplorasi RSIA Ummu Hani, nih. Jadi tidak begitu paham luasnya dan ruangannya. Namun, pertama kali sampai kompleks RS ini, aku agak kurang nyaman degan tempat parkir yang berada tidak jauh dari RS. Terasa sumpek. ☻

USG IUD ini sangat cepat, tidak sampai lima menit, selesai. Lebih lama ngobrol-ngobrol sama dokternya, hampir 10 menit kami ngobrolin tentang alat kontrasepsi. Membeber satu per satu alat kontrasepsi dari kelebihan, kekurangan, dan pemakaian terbanyak di Indonesia. Perihal tarif USG IUD, aku lupa banget. Hahaha. Sepertinya kisaran 70.000-100.000.

Naaah, buat kamu yang ingin tahu tentang RSIA Ummu Hanie, silakan cek di websitenya www.ummuhani.com. Selain pelayanan untuk Ibu dan Anak, masih banyak pelayanan lain seperti penyakit dalam.


RSIA Ummu Hani, Purbalingga.

Jl. D.I. Panjaitan Nom 40 A,  Purbalingga Lor.
(0281) 891373

You May Also Like

0 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi