Odong-odong

by - Agustus 13, 2017

Hampir tiap akhir pekan, ada tiga mainan yang menunggu anak-anak di pertigaan samping rumahku. Mobil full musik semi terbuka, delman, dan odong-odong. Ketiganya datang satu per satu, namun lebih sering bergilir. Kadang satu armada belum balik, udah datang armada lain. Artinya, anak-anak bisa minta naik kedua armada secara bergantian. Dua ribu dikali dua, mari berhitung! 😂


"Halaaah...dua ribu dowang buat anak. Pelit amat ngga dikasih!" 🙊

Mungkin komentar tersebut yang terlontar saat si kecil mulai merengek minta naik odong-odong. Komentar orang tua generasi milenial tentunya. Hahaha. Yalaa...ketimbang anak nangis, mending dikasih duit aja dua ribu atau lima ribu buat naik delman, dan odong-odong. 

Ya, kaaaan? Simpel, kaaan?

"Ngga! Yasmin jangan naik odong-odong dulu!"

Tegas banget Mbahnya Yasmin, ya. Mbah Kung, khususnya. Dia ngga pernah mengizinkan Yasmin untuk naik odong-odong karena menurutnya bisa menjadi kebiasaan. Maksudnya tiap ada odong-odong masuk desa, dia akan minta naik. Bukan karena dua ribunya, tapi karena nanti akan terbiasa minta dan itu ngga baik. Menurut Mbahnya, sih. Aku dan suami pun ikut-ikutan. 🙊

Kasihan sebenarnya, ya. Dan setelah kami evaluasi, ada baiknya juga ngga terlalu nyah-nyoh sama anak. Dunia anak memang dunia permainan, termasuk explore mainan. Tapi gimana caranya, anak-anak bisa menikmati permainan, sampai mengeksplornya, tanpa ada rasa candu.

Akhirnya, di usianya yang ke lima belas bulan, kami mengenalkan Yasmin kepada si odong-odong. Tapi bukan odong-odong yang masuk desa, melainkan yang standby di alun-alun Banjarnegara.

Awalnya Yasmin kalem, gitu. Mimik wajahnya nampak ada sedikit rasa takut. Aku pun mendampinginya, berdiri di samping odong-odong. Udah mirip body guardnya lah, ya. 🙈 Sampai akhirnya dia mulai berani tengok kanan-kiri, belakang, badannya mulai bergerak mengikuti alunan musik lagu anak-anak. Fix, dia mulai nyaman! Aku pun merekam moment tersebut, ngga mau kehilangan moment pertama naik odong-odong. 😎

Tentang delman, odong-odong, dan atau jajan, sebagian besar dari si kecil akan memberi reaksi meminta, tanpa dikenalkan terlebih dahulu. Jadi ngga usah berusaha menawarkan ini itu kepada si kecil yang sekiranya menjadi candu, deh. 😂😂

You May Also Like

3 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi

Activity On Instagram