Hamil 7 Bulan dan Diminta untuk Diet

by - Juni 17, 2017

BuIbu, adakah yang pernah menjalani program diet saat sedang hamil? Sini-sini, duduk sebentar sambil sharing cerita tentang diet saat hamil. 😂

Ngga pernah terbayang sebelumnya, aku bakal menjalani program diet di usia kehamilan tujuh bulan. Secara di usia ini, sebagian besar BuMil udah lepas dari fase morning sick dan ngga doyan makan. Sebagai gantinya, BuMil lagi tambah doyan makan dan ngemil. Ngeselinnya, kadang BuMil kerap kalap dengan makanan enak dan kurang memfilter makanan atau camilan, asal enak langsung lahap. *nunjukdiri* 😄



Masuk usia kandungan tujuh bulan, dr. Trisno memintaku untuk diet. Ya, saat itu aku lagi periksa kehamilan di Panti Nugroho dan dr. Trisno agak kaget melihat perkembangan berat badanku dan juga janinku.

"Eh, kamu diet, ya. Bayi kamu chuby banget. Berat badanmu juga. Tadi aku lihat naiknya lumayan banyak.

Deeegh! Aku kaget saat dr. Trisno memintaku untuk diet. Mbak Eka, perawat yang mendampingi dr. Trisno, memberi senyum sambil meledekku.

"Jangan takut, Mbak. Dietnya ibu hamil ngga seperti diet setelah hamil."

Ekspresi wajahku yang kurang mengenakan ketangkap Mbak Eka. Ketahuan kalau ada rasa takut dalam diri. Sementara Tante yang duduk di depan meja dokter justeru nampak bahagia. Mungkin karena melihat wajah chuby calon ponakannya kalik, ya. 🙊

BINGUNG. Bagiku, diet saat perut lagi isi janin, tuh, gokil banget. Ini gimana cara dietnya? Kalau aku diet, gimana dengan asupan gizi untuk janinku? Gimana kalau calon bayiku kekurangan gizi? Gimana kalau malah berat badannya berkurang? Inilah yang membuatku bigung. Tapi setelah mendapat penjelasan dari dr. Trisno lebih tenang karena ternyata menu diet ibu hamil tuh memang ada. Ngga asal diet yang sampai menyiksa Ibunya, apalagi janinnya.

"Please, no gorengan, bakso, apalagi mie instant."

Pak Dokter mewanti-wanti dengan ekspresi yang menggemaskan. *eh* Ini dietnya hampir samaan dengan diet para gadis yang punya body bohay, ya. Hahaha. Nasehat dari Pak Dokter ngga berhenti sampai situ, kok. Masih banyak hal yang disampaikan, gimana cara diet yang benar, Ibu sehat, janin pun terus berkembang sesuai usianya.

"Ini usia kehamilanmu tujuh bulan. Artinya, kamu masih punya waktu kurang lebih dua bulan lagi untuk memantau perkembangan janinmu."

Yayaya...dua bulan itu masih cukup lama. Sementara kalau aku ngga bisa kontrol makan, bisa-bisa aku akan makin SUBUR. 😂 

Sebenarnya peningkatan berat badan saat hamil sangat wajar dialami oleh para BuMil. Ini juga menjadi salah satu indikasi baik bagi BuMil dan janin. Namun jika naiknya berat badan terlalu berlebihan atau ngga sesuai dengan usia kehamilan, diet memang diperlukan. Beruntung, Pak Dokter berbagi tips diet untuk Ibu hamil. 😎 

Berikut aku bagi tipsnya: 

Batasi camilan yang manis dan tinggi kalori, seperti kue dan gorengan. Sebagai gantinya, BuMil lebih banyak konsumsi buah sebagai camilan atau biskuit gandum. Minuman manis juga dikurangi. Sebagai gantinya, perbanyak minum air putih.
Pilih menu makanan yang menyehatkan, dan bernutrisi tinggi. Kalau kalian sepertiku, yaitu punya anemia, jangan lupa konsumsi makanan dan buah yang dapat mencukupi kebutuhan gizi Ibu dan janin.
Banyak bergerak dan ngga boleh malas-malasan. Ikut senam hamil, olahraga berenang, atau jalan tanpa alas kaki. Ini cukup membantu diet sehat a la BuMil.

Aku menanggapi serius perhal diet sewaktu sedang hamil karena memang cukup was was kalau sampai ada risiko baik untuk aku maupun calon bayi. Makanya, aku pun mengikuti saran dari Pak Doter. Alhamdulillaah setelah menjalani diet, berat badanku naiknya ngga begitu ekstrim, tergolong standard. Pun dengan Baby Yasmin yang lahir dengan berat badan 3 kg. 👪

You May Also Like

2 komentar

  1. aku dua kali hamil, dua kali juga disuruh diet, mba. Hahahaa... alhamdulillaah anak-anak sehat.
    Beratnyabdi atas tiga kilo semua pas lahir.

    BalasHapus
  2. Aku hamil pertama juga diminta diet, padahal makanku nggak banyak, cuma memang berat badanku naik banyak sih.

    BalasHapus

Activity On Instagram