Belum Diperiksa Bu Tati, Tapi Sudah Sembuh

by - Juni 06, 2017

Keluarga kami punya bidan langganan untuk berobat. Bu Tati, namanya. Bidan yang kini sudah pensiun dan membuka praktek di rumah. Buka prakteknya udah dari zaman beliau masih kerja di Puskesmas Madukara 1, sih. Ngga baru-baru ini.


Kenapa ngga ke Dokter? BPJSku, sih, fase tingkat pertama di Dokter. Cukup dekat dengan rumah. Tapi ngga tahu kenapa, tiap ada yang sakit, pikirannya udah ke Bu Tati saja. Cukup tiga menit dari rumah menuju rumahnya di utara Pasar Madukara. πŸ˜„Eman-eman BPJSnya, ya. Tapi gimana lagi, kami merasa udah cocok periksa di Bu Tati.

Uniknya nih, Yasmin punya kesamaan denganku. Gini nih ya, saat hendak dibawa berobat ke Bu Tati, kondisinya masih lemas. Di perjalanan pun kepalanya senderan di dadaku. Bibirnya, masih panas. Pun dengan telapak tangan dan kaki.

Sesampainya di depan rumah Bu Tati, Yasmin berusaha membebaskan tangannya yang kumasukan ke gendongan. Di langsung minta turun, lalu jalan-jalan di sekitar tempat parkir. πŸ™ŠKata Bapakku yang saat itu mengantar kami berobat, kejadian semacam ini persis denganku pas dulu masih kecil. Baru sampai pelataran rumah, badan kembali sehat.πŸ’ƒ

Lucunya, nih. Dulu, aku sempat ngga jadi periksa padahal sudah sampai lokasi. Soalnya tuh betul-betul udah sembuh, gitu. Dan kalau tetap masuk ruang pemeriksaan, diledek sama orang-orang yang sedang antre. πŸ˜‚πŸ˜‚

"Anak sehat gitu kok diperikasa?" πŸ˜ƒ 

Dan ini sama persis yang terjadi pada Yasmin beberapa hari yang lalu. Dia sudah lari ke sana ke mari, tapi aku periksakan. Parahnya, dikira malah aku yang sakit. Mungkin karena wajahku kurang totok kalik, ya. πŸ™Š

Eeeeeh...apakah kalian punya pengalaman serupa?

You May Also Like

0 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi

Activity On Instagram