Mencari Aman untuk Selamat

by - Oktober 24, 2015

"Brak!!!"

BumBum kaget. Begitu juga Dede dan Mbah Uti. Motor yang kami naiki terpaksa BumBum biarkan "tidur" begitu saja di pinggir jalan.

Ya, hari ini kami mendapat musibah. Niat akan mengambil jahitan baju BumBum di Parakancanggah. Dan sesampainya di pertigaan Dinas Sosial, ada mobil dibelakang BumBum.


Kami sudah memberi tanda bahwa akan berbelok kanan. Mobil melaju pelan, ngga mendahului dan mempersilakan kami untuk menyeberang.

Namun, ternyata di belkaang mobil ada motor yang dikendarai oleh pelajar SLTA. Kami menyeberang pelan, tapi tidak dengan motor tersebut. Motor melaju cukup kencang, lalu menyenggol spion kanan motor kami, dan pada kahirnya kami terjatuh.

BumBum langsung bangun. Begitu juga dengan Mbah. Kami kaget, syok. Hanya bisa duduk terdiam di depan warung milik warga.

Kami duduk. Mas Pelajar mendekati kami, meminta maaf dan memarkirkan motor yang BumBum biarkan tidur di jalan.

Mbah nampak khawatir, karena ekspresi BumBum datar banget. Perut BumBum dielus-elus Mbah. Saking khawatirnya dengan Dede yang masih di dalam perut.

Kami ngga ada yang luka, hanya saja kaca spion retak. Beruntung banget, pemilik warung berhati mulia. Memberi seelas minuman kepada kami. Jujur, ini membuat kami tenang.

Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada pemilik warung yang baik banget itu.

Kejadian ini memberi hikmah yang sangat berarti bagi BumBum. Jika ada mobil di belakang dan kita hendak menyeberang, lebih baik kita menengok dahulu ke belakang. Siapa tahu ada motor yang hendak menyalip kita. Karena terhalang oleh mobil, motor kita pun ngga nampak.

Jadi, lebih baik mencari aman untuk selamat dengan cara melihat dahulu ke belakang. Memastikan ngga ada yang mendahului kita.

You May Also Like

0 komentar

Haai...maaf kalau aku ngga balas komentar kalian, ya. Tombol balas komentar belum bisa difungsikan. Hihihi

Activity On Instagram