Rejeki Kejutan, Namanya!

by - Mei 05, 2015

Ini tentang rejeki yang tak terduga. Rejeki berwujud janin. Yeaaah!

Hari ini aku bahagia bangeeeett. Sebulan setelah menikah, yaitu bulan April, aku telat mens. Mulai dari sini aku sudah GR, percaya diri banget, kalau pertemuan antara sperma dan ovum yang terjadi lebih dari satu kali membuahkan hasil. *lebih dari satu* hahaha



Bulan April. Aku memang terlalu percaya diri bahwa aku positif hamil, meski belum diperiksa ke Dokter atau sekadar memastikan melalui testpack.

Menstruasi rutin terjadi pada tanggal 10 tiap bulannya. Melewati tanggal 10, berarti ada tanda-tanda, dong. Namanya sudah berumah tangga dan punya suami yang tiap hari bertemu.

April tak mengamini. Karena, ternyata tanggal 13 aku mens. Hahaha Belum rejeki, ya. Lanjuut ikhtiar. :D

Dalam tiap sujudku, tiap doa yang aku panjatkan kepadaNya, aku selalu memohon dan minta untuk diberi kepercayaan untuk segera diberi momongan. Pada tiap sujudku, tiap tangan yang selalu menengadah ke atas, berkeinginan untuk langsung diberi momongan. Bahasa jawanya tuh cespleeeeng! Hihihi

Bulan Mei, aku kembali telat mens. Ngga mau GR (lagi). Cuek saja. Ngga mau beli testpack. Lanjut bermain, mbolang ke kota tetangga. Ke Agrowisata Strawberry, misalnya.

Melihat kalender yang sudah masuk tanggal dua puluh-an, kok, sepertinya ada yang perlu ditindaklanjuti. Ya...setelah ngobrol di group sama Embak-embak, aku putuskan untu kembali mengeluarkan testpack!

Dan...hasilnya STRIP DUA. Aku diam. Aku ngga langsung woro-woro dengan suami, termasuk orang rumah. Aku mau cek dokter dahulu untuk memastikannya. Bukan berarti ngga percaya sama testpack, tapi agar lebih meyakinkan karena ada bukti dari dokter. Hahaha

Tepat awal bulan Mei, aku periksa kandungan ke Rumah Bersalin Hidayah. Diperiksa oleh Doker Susanto. Spesialis kandungan. Dan hasilnya, luaaaar biasa.

AKU HALIM. . .Eh, AKU HAMIL! Hihihi *cubit perut sendiri* *emesh* *sujud syukur*

You May Also Like

0 komentar

Activity On Instagram